Loading
Sustainable Development Goals

Akses Air Bersih dan Sanitasi

Kelangkaan air mempengaruhi lebih dari 40 persen orang, angka yang mengkhawatirkan yang diproyeksikan akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Meskipun 2,1 miliar orang telah memperbaiki sanitasi air sejak tahun 1990, berkurangnya persediaan air minum mempengaruhi setiap benua. Semakin banyak negara yang mengalami tekanan air, dan meningkatnya kekeringan dan penggurunan telah memperburuk tren ini. Pada tahun 2050, diproyeksikan bahwa setidaknya satu dari empat orang akan mengalami kekurangan air berulang kali.

Air minum yang aman dan terjangkau untuk semua pada tahun 2030 mengharuskan kita berinvestasi dalam infrastruktur yang memadai, menyediakan fasilitas sanitasi, dan mendorong kebersihan. Melindungi dan memulihkan ekosistem yang berhubungan dengan air sangat penting. Memastikan air minum universal yang aman dan terjangkau mencakup menjangkau lebih dari 800 juta orang yang kekurangan layanan dasar dan meningkatkan aksesibilitas dan keamanan layanan untuk lebih dari dua miliar. Pada tahun 2015, 4,5 miliar orang tidak memiliki layanan sanitasi yang dikelola dengan aman (dengan kotoran yang dibuang atau diolah secara memadai) dan 2,3 miliar bahkan tidak memiliki sanitasi dasar.

Tetap    Sementara    Sangat Sementara    n/a Tidak Ada   

Kode Indikator Indikator Sumber Data Satuan Baseline (2021) Realisasi Pencapaian
2022
2023
2024
2025
2026
6.2.2 Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak Badan Kepegawaian Aceh - - - - - -
Target 6.3. Pada tahun 2030, meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan pembuangan, dan meminimalkan pelepasan material dan bahan kimia berbahaya, mengurangi setengah proporsi air limbah yang tidak diolah, dan secara signifikan meningkatkan daur ulang, serta penggunaan kembali barang daur ulang yang aman secara global.
6.3.1 Kualitas air sungai sebagai air baku/Indeks Kualitas Air Sungai Sekretariat DPR Aceh - - - - - -