Loading

Antara tahun 2000 dan 2018, jumlah orang yang memiliki listrik meningkat dari 78 menjadi 90 persen, dan jumlah tanpa listrik turun menjadi 789 juta.
Namun ketika populasi terus bertambah, demikian juga permintaan akan energi murah, dan ekonomi yang bergantung pada bahan bakar fosil menciptakan perubahan drastis pada iklim kita.
Berinvestasi dalam tenaga surya, angin, dan termal, meningkatkan produktivitas energi, dan memastikan energi untuk semua sangat penting jika kita ingin mencapai SDG 7 pada tahun 2030.
Memperluas infrastruktur dan meningkatkan teknologi untuk menyediakan energi bersih dan lebih efisien di semua negara akan mendorong pertumbuhan dan membantu lingkungan.
| Kode Indikator | Indikator | Sumber Data | Satuan | Baseline (2021) | Realisasi Pencapaian | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
2022
|
2023
|
2024
|
2025
|
2026
|
|||||||||||
| 7.1.1 | Rumah Tangga berakses listrik (rasio elektrifikasi) | Badan Kepegawaian Aceh | - | - | - | - | - | - | |||||||
| 7.1.3 | Penambahan Jumlah Rumah Tangga miskin (subsidi) yang Menikmati Listrik | Badan Kepegawaian Aceh | - | - | - | - | - | - | |||||||
| Target 7.3. Pada tahun 2030, melakukan perbaikan efisiensi energi di tingkat global sebanyak dua kali lipat. | |||||||||||||||
| 7.3.1 | Bangunan/Gedung Pemerintah, Komersial, dan industri yang Telah Diaudit Energi | Badan Kepegawaian Aceh | - | - | - | - | - | - | |||||||
| 7.3.2 | Peningkatan jumlah izin sesuai keselamatan ketenagalistrikan | Badan Kepegawaian Aceh | - | - | - | - | - | - | |||||||